Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Thursday, Nov 23rd

Last update11:58:11 AM GMT

You are here

 

'Kejari Surabaya Manfaatkan Teknologi Untuk Interaksi'

Keluhan yang paling sering terlontar dari masyarakat mana kala datang ke kantor kejaksaan untuk mendapat info perkembangan sebuah perkara adalah tak adanya jawaban pasti atau yang berkomitmen sedang keluar kantor.

Situasi klasik inilah yang coba diatasi oleh Kejaksaan Negeri Surabaya. Adalah Tomo, SH, Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya yang merealisasi idenya tentang Proyek Perubahan Instansional Kejaksaan Negeri Surabaya.

Memakai judul 'Peningkatan Pelayanan Publik Dalam Mengakses Perkembangan Perkara Dengan Publikasi Berbasis Teknologi Informasi' menurut Tomo, SH kepada PROSEKUTOR, Kamis (30/7) menyampaikan bahwa saat ini pada laman situs/website resmi Kejaksaan Negeri Surabaya telah ditambahkan fitur INFO PERKARA.

"Di dalam fitur tersebut, masyarakat dapat mendapatkan informasi mengenai perkembangan penanganan perkara pidana umum maupun pidana khusus. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi perkara serta mewujudkan transparansi publik Kejaksaan."

Selain itu hal tersebut sebagai jawaban dari permasalahan klasik kesulitan mendapat akses jawaban sekaligus dimaksudkan untuk meminimalisir adanya penyalahgunaan wewenang Jaksa dalam penanganan perkara.

"Sehingga Kejaksaan Negeri Surabaya bisa mendapatkan citra yang baik di mata masyarakat, khususnya masyarakat Kota Surabaya."

Sebelumnya Kajati Jatim juga telah menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah Kejari Surabaya tersebut.

Menurut Elvis Johny terobosan yang dibuat oleh Kejari Surabaya patut dicontoh oleh Kejari-Kejari lain di Jawa Timur.

"Saya bahkan meminta Kajari Surabaya untuk memaparkan terobosannya tersebut di depan para Kajari se-Jatim saat pertemuan konsultasi yang akan diadakan dalam waktu dekat," tutur Elvis kemarin.

EFISIENSI WAKTU

Publikasi perkara berbasis Teknologi Informasi akan sangat bermanfaat baik bagi masyarakat maupun bagi instaitusi Kejaksaan, satu di antaranya bahwa masyarakat, Penyidik, Penasihat Hukum atau yang berkepentingan yang ingin mengetahui perkembangan penanganan perkara tidak harus datang ke Kejaksaan Negeri Surabaya, sehingga tidak perlu membuang waktu dan biaya.

"Masyarakat dapat dengan mudah melakukan pengawasan terhadap proses penanganan perkara, sehingga dengan demikian potensi Jaksa melakukan penyimpangan dapat diminimalisir," harap Tomo.

Selain itu, tambahnya, masyarakat mendapat kesempatan untuk memberikan saran berupa komentar/keluhan baik yang bersifat positif maupun negatif tentang proses penanganan perkara dan diharapkan bersifat objektif karena masyarakat tidak harus berhadapan secara langsung dengan Jaksa/Penuntut Umum.

Sedangkan manfaat bagi Kejaksaan adalah mendapatkan saran dan atau masukan berupa komentar dan/atau keluhan yang objektif dari stakeholder sebagai bahan evaluasi bagi pimpinan dalam mengambil kebijakan proses penanganan perkara.

Dengan adanya komentar dan/atau saran, maka Instansi harus memberikan jawaban dan/atau penjelasan, yang dengan demikian diharapkan dapat membangun kepercayaan masyarakat (public trust) kepada Instaansi Kejaksaan Negeri Surabaya.

"Pimpinan kapan dan di mana saja dapat secara langsung memantau proses penanganan perkara tanpa harus memeriksa Register atau Berkas Perkara."

Memang, ungkap Tomo, tidak semua komentar tersebut akan ditayangkan terutama yang beryentangan dengan SOP yang berlaku. "Namun komentar-komentar yang terkait perilaku jaksa menjadi masukan saya untuk memantau kinerja penegakan hukum di Kejari Surabaya ini."

franky-MP1

Add comment


Security code
Refresh