Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Thursday, Nov 23rd

Last update11:58:11 AM GMT

You are here

 

Intervensi Kasus Semen Pati, Sidang Ditunda Seminggu

Surel Cetak PDF

Puluhan orang berbalut jarik memenuhi pelataran Pengadilan Tata Usaha Negara, Semarang. Sayup-sayup terdengar alunan  tembang Jawa, membuat bergidik siapapun yang mendengar. Dibawah terik matahari kian menyengat, mereka tetap teguh menyuarakan penolakan pabrik semen PT Sahabat Mulia Sakti.

Warga desa disekitar Pegunungan Kendeng, Kabupaten Pati kembali menggelar demonstrasi untuk mengawal persidangan atas gugatan mereka terhadap izin lingkungan Nomor 660.1/4767 tahun 2014 yang dikeluarkan Bupati Pati, Selasa (19/5). Massa mulai memenuhi area pengadilan sejak pagi tadi dengan membawa spanduk dan berbagai ornamen aksi.

Agenda persidangan kali ini berupa jawaban dari pihak tergugat yakni Bupati Pati yang diwakili kuasa hukumnya. Meski begitu sidang terpaksa ditunda selama satu minggu karena pihak tergugat belum bisa memberikan jawaban. Siti Subiati selaku kuasa hukum menjelaskan bahwa pihak tergugat dua yakni PT Sahabat Mulia Sakti melakukan intervensi sehingga harus dilakukan penundaan.

"Sehingga selaku tergugat kami meminta penundaan sampai tanggal 26 Mei untuk menyiapkan berkas yang diperlukan," terangnya di depan majelis hakim.

Majelis hakim yang digantikan panitera pengganti mengabulkan permintaan tergugat dan memberikan tenggat waktu yang diinginkan, mengingat acara persidangan berupa duplik dari tergugat.

Mendengar hal tersebut, sontak peserta sidang yang didominasi ibu-ibu warga pegunungan Kendeng kecewa. Mereka meneriakan makian dan teriakan sebagai ungkapan rasa kesal kepada pihak tergugat yang dianggap tidak serius menyelesaikan persoalan ini.

Kuasa hukum pihak penggugat, Zainal Arifin dari LBH Semarang menjelaskan dirinya tetap menunggu jawaban tergugat. Ia menerangkan hasil hari ini merupakan intervensi dari pabrik semen terkait permasalahan izin lingkungan tersebut.

"Pihak tergugat melakukan intervensi berupa penundaan jawaban. Padahal sedianya hari ini dijelaskan jawaban tergugat atas pertanyaan di persidangan sebelumnya," jelasnya.

Kekecewaan tidak hanya dirasakan tim kuasa hukum penggugat, namun warga di empat desa Kabupaten Pati menyesali keputusan hakim yang menunda persidangan. Siwa, warga Tambakromo mengaku sangat kesal karena dirinya telah jauh-jauh datang dari Pati hanya untuk menghadiri persidangan ini.

"Jelas kesel lah mas. Kami datang kan memakai biaya yang tidak sedikit. Sewa bis, sewa angkot, semua ini kami lakukan supaya tanah kami tidak dirusak pabrik semen," kesalnya.

Saat ditanya apakah di persidangan minggu depan akan diadakan demo serupa, ia belum bisa memberikan kepastian.

"Insya Allah kalau warga setuju semua kami tetap datang kesini. Pokonya semua demi bumi Kendeng," tegas Siwa serambi melangkah keluar ruangan.

nie-MP1

Add comment


Security code
Refresh