Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Friday, Nov 24th

Last update09:00:37 AM GMT

You are here

 

Majalah Prosekutor Online

Kejaksaan RI dan Singapura Jalin MoU Masalah Hukum

BALI - Kejaksaan RI dan Kejaksaan Singapura telah sepakat untuk bekerjasama seperti yang tertuang dalam nota kesepakatan yang telah ditanda tangani di Bali, Selasa (29/8). Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan RI, M Rum mengungkapkan Jaksa Agung RI, M Prasetyo dan Jaksa Agung Singapura, Lucian Wong telah menandatangani nota kesepahaman tentang kerjasama tersebut.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Kejaksaan RI dan Kejaksaan Singapura, sekaligus sebagai bukti bahwa antar kedua negara memiliki ikatan persahabatan yang kuat dan erat,” ujar Rum kepada wartawan melalui telepon, Selasa (29/8).

Fatwa soal Eksekusi Mati, MA Kembalikan ke Kejagung

JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) telah menjawab permintaan fatwa dari Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tak memberikan batas waktu pengajuan grasi. Grasi ini menjadi patokan Kejagung dalam mengeksekusi hukuman mati.

Sebelum adanya putusan MK Nomor 1087/PUU-XIII/2015, pengajuan grasi dibatasi satu tahun setelah keputusan tetap. Namun setelah adanya putusan MK tersebut, pelaksanaan eksekusi mati menjadi tidak pasti.

Suasana Haru Warnai Pamitan Jamdatun

JAKARTA - Suasana haru mewarnai acara pamitan Dr. H.C. Bambang Setyo Wahyudi, S.H, M.M. selaku Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), Senin (28/8) di Sasana Dharma Pradata (Datun), Kejaksaan Agung RI.

Acara yang dihadiri oleh seluruh karyawan bidang Datun, juga terlihat Kajati NTT, Dr Sunarta, Kajati DIY, Sri Harjati, dan Kajati Banten, Agus Djaya. Sosok Jamdatun di mata anak buahnya adalah sosok Bapak yang mengayomi, rendah hati serta tak alergi akan masukan, membuat warga Datun Kejaksaan RI merasa kehilangan.

Jaksa Agung: 'Selesaikan Semua Perkara Korupsi'

JAKARTA - Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Pidana Khusus Kejaksaan RI tengah fokus pada Program Zero Outstanding atau penyelesaikan semua perkara perkara korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan RI selama ini. Prasetyo berharap, program zero outstanding mengedepankan personalitas, profesionalitas dan proporsionalitas sehingga terhindar dari penyimpangan dan kerawanan.

“Inventarisir seluruh kendala dan tantangan Bidang Pidana Khusus, baik bersifat yuridis, teknis maupun non teknis,” ujar Prasetyo usai membuka Rakernis bidang Pidsus di Gedung Bundar. Prasetyo berharap Bidang Pidana Khusus dapat bekerja dengan cerdas, tuntas dan bermartabat. “Bekerja penuh integritas, ikhlas, jujur dan tulus,” ujarnya.

Tingkatkan Pelayanan Publik Melalui e-Datun

JAKARTA - Peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan salah satu prioritas Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan RI. Guna mempercepat serta memperlancar mekanisme kerja, Bidang Datun Kejaksaan meluncurkan e-Datun. “e- Datun merupakan wujud nyata upaya modernisasi dan transparansi Korps Adhyaksa,” kata Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Bambang Setyo Wahyudi di Jakarta  Senin (21/8).

e-Datun dikembangkan dalam rangka menjawab tantangan untuk mewujudkan penegakan hukum yang ekonomis, efektif dan efisien. Kementerian, lembaga, BUMN, BUMD serta anak perusahaannya yang memerlukan pertimbangan hukum dari Jaksa Pengacara Negara (JPN) tidak perlu datang langsung, melainkan bisa berkonsultasi melalui e-Datun.

Mencegah Lebih Baik Daripada Menindak

SEMARANG - Mencegah lebih baik daripada menindak. Dalam upaya penanganan tindak pIdana korupsi, upaya pencegahan sangat signifikan dalam upaya penyelamatan uang negara. Salah satu fungsi Kejaksaan adalah dalam Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Gayung bersambut karena pihak Akademisi ingin lebih mengenalkan upaya pencegahan pidana korupsi, Fakultas Hukum dan Program Magister Ilmu Hukum Universitan 17 Agustus Semarang  dengan mengadakan Seminar Nasional 'Indonesia Mencegah Korupsi'. Narasumber yang hadir adalah JAM Datun Kejaksaan RI, Dr (HC) Bambang Setyo Wahyudi, SH, MM dan Dr Mahfudz Ali, SH, MSi,  Kepala Pusat Studi Anti Korupsi Untag Semarang. Bertindak sebagai moderator adalah Dekan FH Untag Semarang, Dr Edy Lisdiyono, SH, MHum.

Dalam keterangan persnya, Rektor Untag Semarang DR Drs H Suparno, MSi mengatakan, bahwa kata mencegah lebih baik dari pada mengobati. Kita harus bersama-sama dalam upaya pencegahan. ”Dalam acara ini, kami hadirkan JAM Datun yg luar biasa kinerjanya. Selain pejabat, Beliau juga penulis buku. Di sini Beliau juga akan membedah bukunya yang berjudul ‘Indonesia Mencegah."

Halaman 6 dari 98

Edisi 31

cover26

Edisi 30

Edisi 28

Edisi 29

cover29